Fakta Efek Samping Ganja Sintetis Bisa Sebabkan Kematian

Efek Samping Ganja Sintetis

Sekilas mungkin terlihat aman, padahal faktanya efek samping dari ganja sintetis ini sangat serius bahkan bisa menyebabkan kematian.

Lebih jauh lagi, tembakau yang punya nama lain spice atau K2 ini bisa menyebabkan keracunan. Orang yang menghirup asapnya bisa mengalami detak jantung sangat cepat, muntah, hingga halusinasi.

Fakta seputar ganja sintetis

Zat kimia ini bernama cannabinoids karena sangat mirip dengan zat kimia yang ada di tanaman ganja. Namun, jangan samakan keduanya karena efek sampingnya begitu berbeda.

Secara kategori, ganja sintetis termasuk dalam kelompok narkotika golongan 1 yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (berdasarkan Lampiran I Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika).

Efek yang ditimbulkan setelah mengonsumsinya sama seperti obat-obatan ilegal. Ganja jenis ini telah dijual sejak tahun 2004.

Klaim salah kaprah

Lebih berbahaya lagi, banyak produsen yang memasarkan ganja sintetis dengan embel-embel aman dan legal. Padahal, ganja sintetis sama sekali tidak aman dan berpengaruh pada otak secara lebih signifikan.

Tidak sedikit produsen yang memasarkan produk ganja sintetis dengan klaim terbuat dari bahan alami berupa tanaman. Bahkan pada beberapa kasus, bisa menyebabkan kematian.

Rentan menjebak

Ada aturan hukum yang melarangnya. Hanya saja, produsen tentu tak kehabisan akal untuk mengubah formula zat kimia dalam komposisinya sehingga tidak melanggar hukum.

Mudahnya akses serta propaganda bahwa ganja sintetis berasal dari bahan alami kerap menjebak penggunanya, terutama anak muda. Banyak pula yang sengaja tetap mengonsumsinya karena tidak mudah terdeteksi dalam tes narkoba biasa.

Cara penggunaan

Jika penasaran bagaimana cara orang mengonsumsi ganja sintetis, yang paling aman adalah dengan menghirup seperti rokok.

Ada juga yang menggabungkan bahan keringnya dan diseduh sebagai teh. Ada pula yang membeli produk ganja sintetis dalam bentuk cairan dan dikonsumsi dalam bentuk vape.

Dampak bisa berbeda

Tidak ada istilah aman untuk konsumsi obat-obatan semacam ini, termasuk ganja sintetis. Pasti ada risiko yang mengikuti. Lebih jauh lagi, dampak dari ganja sintetis bisa berbeda antara satu orang dan lainnya.

Faktor yang turut berpengaruh mulai dari berat badan, kondisi kesehatan, kebiasaan mengonsumsi ganja sintetis, dosis, dan kekuatan zat kimia di dalamnya.

Dalam jangka panjang, konsumsi ganja sintetis dapat menimbulkan ketergantungan.

Membahayakan kesehatan mental

Bukan hanya fisik, mental juga menjadi taruhan bagi orang yang mengonsumsi ganja sintetis. Utamanya bagi yang memiliki gangguan mental atau ada riwayat dalam keluarga mengalami hal semacam ini. Ganja sintetis dapat membuat gejala cemas berlebih dan paranoia menjadi lebih intens.

Efek ganja sintetis pada otak

Ganja sintetis bekerja pada reseptor sel di otak sebagai THC atau delta-9-tetrahydrocannabinol. Mereka bekerja dengan cara mengubah kondisi otak atau mind-altering.

Menurut para ahli, zat kimia dalam ganja sintetis mengikat sel-sel di otak lebih kuat ketimbang tanaman ganja alami. Efeknya pun jauh lebih kuat.

Sementara pada fisik, muncul gejala seperti muntah dan detak jantung sangat cepat.

Lebih parahnya lagi, overdosis ganja sintetis sangat mungkin terjadi. Ketika seseorang mengonsumsi terlalu banyak ganja sintetis, bisa terjadi keracunan, kejang, hingga gagal ginjal.

Sumber: sehatq.com

Sehatmania.com merupakan situs berita yang mengulas tentang berita kesehatan, kecantikan, olahraga, gaya hidup di Indonesia.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *