Fakta Kasus Vaksin Kosong yang Membuat Geger Publik

tersangka vaksin kosong
Polisi menetakan seorang perawat yang menyuntikan vaksin kosong ke warga di Pluit, Jakut jadi tersangka.

Kasus suntik vaksin kosong kepada warga di Pluit, Jakarta Utara membuat geger publik. Kasus ini bermula dari seorang laki-laki berinisial BLP mengikuti suntik vaksin pada Jumat (6/8/2021).

Proses vaksinasi direkam oleh ibu BLP. Melihat adanya kejanggalan dalam pemberian vaksin, mereka memprotes ke penyelenggara.

Kasus suntik vaksin kosong, Polisi menemukan adanya unsur kelalaian tenaga vaksinator terkait kejadian tersebut.

Hasil penyidikan Polres Metro Jakarta Utara menetapkan seorang perawat inisial EO sebagai tersangka di kasus suntik ‘vaksin kosong’.

Setelah melihat adanya kejanggalan dalam proses vaksinasi tersebut, mereka memprotesnya ke penyelenggara. EO saat itu mengakui bahwa jarum suntik yang disuntikkan kepada BLP tidak berisi dosis vaksin, sehingga akhirnya BLP disuntik ulang.

“Tgl. 6/8/21. Jam 12.30 suntikan vaksinasi, ternyata suntik kosong. Setelah Protes dan cuma kata maaf, akhirnya di suntik kembali. Agar dpt diperhatikan. Sebarkan agar suster tersebut diproses,” demikian cuitan akun Twitter @Irwan2yah.

Polres Metro Jakarta Utara turun ke lapangan menyelidiki kasus viral itu. Dari hasil penyelidikan, polisi kemudian menetapkan EO sebagai tersangka.

Berikut fakta vaksin kosong di Pluit Jakarta Utara:

1. Perawat Jadi Tersangka

Polisi melakukan pemeriksaan terhadap EO setelah kejadian viral itu.

“Kami persangkakan di Pasal 14 UU No. 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Utara, Jl Yos Sudarso, Jakarta Utara, Selasa (10/8/2021).

EO adalah seorang perawat di sebuah klinik di Jakarta Utara. Dia menjadi relawan sebagai vaksinator dalam percepatan vaksinasi COVID-19.

2. Perawat Diduga Teledor

Polisi mengungkapkan adanya dugaan kelalaian dalam kasus suntik vaksin kosong ini. Perawat EO tidak memeriksa jarum suntik terlebih dahulu. “Saya kiria EO lalai dan kami terus mendalami kasus ini,” ucap Yusri.

3. Perawat EO Meminta Maaf

EO menyampaikan permintaan maaf kepada peserta penerima vaksin kosong dan masyarakat.

“Saya mohon maaf terlebih terutama kepada keluarga dan orang tua anak yang telah saya vaksin. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ungkap EO.

4. Alibi Perawat EO

Pelaku EO tidak ada maksud dan tujuan apapun dalam memberikan vaksin kosong. “Saya tidak punya maksud apapun,” kata EO sambil menangis di Polres Metro Jakarta Utara.

5. Suntik Vaksin 599 Orang di Hari Kejadian

Di hari kejadian itu, EO sudah memvaksin ratusan warga. “Hari itu saya vaksin 599 orang,” ungkap EO.

6. Sita Vial hingga Jarum Suntik

Dalam kasus itu polisi menyita sejumlah barang bukti perlengkapan untuk vaksinasi COVI-19. Selain itu, polisi turut menyita satu buah syringe (jarum suntik), satu buah cooler, dan satu safety box, APD dan sarung tangan pelaku.

Sehatmania.com merupakan situs berita yang mengulas tentang berita kesehatan, kecantikan, olahraga, gaya hidup di Indonesia.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *