Cara Mencukur Bulu Ketiak yang Benar dan Aman

Mencukur Bulu Ketiak

Ada beragam cara untuk menghilangkan bulu ketiak, mulai mencukur bulu ketiak dan mencabutnya. Kedua cara ini praktis dan bisa dilakukan sendiri di rumah.

Bulu ketiak di area lipatan yang lembap bisa menyebabkan keringat terjebak, membuat bakteri berkembang biak, dan akhirnya memicu bau badan.

Karena alasan itulah, tidak sedikit orang rutin mencukur bulu ketiaknya. Ketahui cara mencukur bulu ketiak yang benar, agar tidak malah menyebabkan infeksi.

Dibandingkan dengan mencabut bulu ketiak menggunakan pinset, mencukur lebih baik dan pengerjaannya lebih cepat. Selain itu, risiko folikel untuk meradang juga tidak sebesar bila bulu ketiak dicabut.

Namun, bulu ketiak yang dicukur dengan alat cukur hanya terpangkas sebagian, yaitu yang berada di atas permukaan kulit, sehingga lebih cepat tumbuh kembali.

Mencukur Bulu Ketiak dengan Benar dan Aman

Walau terlihat mudah untuk dilakukan, mencukur bulu ketiak perlu dilakukan dengan benar agar tidak menyebabkan iritasi, luka, bahkan infeksi di kulit ketiak.

Berikut ini adalah beberapa tips mencukur bulu ketiak dengan benar dan aman:

1. Pilih alat cukur yang tepat dan bersih

Sebelum mencukur, kamu harus menyiapkan alat cukurnya terlebih dahulu. Pilih alat cukur yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan pastikan alat ini dalam keadaan bersih sebelum digunakan.

Selain itu, pastikan juga bahwa alat cukur cukup tajam, ya. Pasalnya, alat cukur yang sudah tumpul bisa menyebabkan iritasi atau justru membuat bulu ketiak jadi tumbuh ke arah dalam. Hal ini bisa menyebabkan munculnya bisul di ketiak.

2. Basuh area ketiak dengan air hangat

Setelah menyiapkan alat cukur, langkah selanjutnya adalah membasuh ketiak dengan air hangat selama sekitar 5–10 menit. Tujuannya adalah membuat kulit ketiak sedikit lembap dan bulu ketiak basah sehingga lebih mudah untuk dicukur.

Selain itu, mencukur dengan kondisi kulit yang kering dapat meningkatkan risiko terjadinya luka dan iritasi di ketiak. Bila ingin hasil yang maksimal, Anda juga bisa melakukan pengelupasan (eksfoliasi), misalnya dengan scrub, agar sel-sel kulit mati dan kotoran di area ini bisa terangkat.

3. Gunakan krim cukur

Menggunakan krim cukur (shaving cream) sebelum mencukur juga bisa membuat area tersebut lebih lembap dan lebih lembut. Krim ini juga akan memudahkan alat cukur memotong bulu ketiak.

Saat mencukur, tarik kulit ketiak sedikit dan cukur searah dengan tumbuhnya bulu untuk menurunkan risiko kulit mengalami iritasi.

4. Keringkan dan oleskan pelembap

Setelah selesai mencukur, bersihkan kulit ketiak dengan air hangat, kemudian bilas dengan air dingin.

Penggunaan air hangat bertujuan untuk membuka pori-pori kulit ketiak, sedangkan air dingin dapat menutupnya kembali. Oleskan juga pelembap, seperti lidah buaya, pada kulit ketiak.

5. Bersihkan alat cukur dan ganti berkala

Jangan lupa untuk membersihkan alat cukur, mengeringkan, dan menyimpannya di tempat yang aman. Selain itu, ingatlah untuk tidak berbagi penggunaan alat cukur dengan orang lain karena bisa menimbulkan masalah kesehatan, misalnya infeksi.

Anda juga harus mengganti alat cukur secara berkala, terutama jika sudah tumpul atau berkarat.

Salah Mencukur Bulu Ketiak Bisa Menimbulkan Masalah

Mencukur memang merupakan cara yang paling mudah untuk menghilangkan bulu ketiak. Namun, cara mencukur  yang salah justru bisa menimbulkan masalah baru.

Salah satunya adalah kulit ketiak menjadi hitam. Kondisi ini bisa menurunkan rasa percaya diri pada wanita. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan deodoran yang mengandung vitamin B3 atau niacinamide.

Bahan ini dapat bekerja dari dalam lapisan kulit untuk meratakan warna kulit, serta mampu mencerahkan kulit ketiak yang gelap.

Namun, jangan langsung menggunakan deodoran setelah mencukur, ya, karena bisa mengiritasi kulit dan menimbulkan rasa perih di ketiak. Agar lebih aman, gunakan deodoran beberapa menit setelah mencukur ketiak.

Itulah cara mencukur yang benar dan aman. Selain rutin mencukur, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan area ketiak agar tidak muncul bau badan.

Bila muncul keluhan di kulit ketiak, seperti ruam, kemerahan, gatal, atau bengkak, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Sumber: alokdokter.com

Sehatmania.com merupakan situs berita yang mengulas tentang berita kesehatan, kecantikan, olahraga, gaya hidup di Indonesia.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *