Pantangan Penderita Kanker Serviks Mulai Makanan hingga Gaya Hidup

Pantangan Penderita Kanker Serviks
Two grilled marbled beef steaks striploin with spices isolated on white background, top view with copy space.

Pantangan penderita kanker serviks penting untuk diketahui bagi Anda yang sudah didiagnosis dengan penyakit ini. Larangan berguna untuk mendukung perawatan yang sedang dijalankan.

Lantas, apa saja pantangan bagi penderita kanker serviks yang harus Anda tahu? Simak penjelasan selengkapnya di sini.

Pantangan Penderita Kanker Serviks

Menurut beberapa pakar, sebenarnya tidak ada larangan makanan tertentu pada penderita kanker serviks. Namun jika Anda sedang menjalani perawatan tertentu, menjalankan pola hidup sehat dapat membantu mengurangi gejala yang umum terjadi pada pasien kanker.

Sedangkan pada kasus kanker serviks stadium lanjut yang disertai metastasis (anak sebar), keadaan ini sering kali menyebabkan gangguan pada organ ginjal dan hati.

Berikut beberapa pantangan penderita kanker serviks yang harus Anda tahu, di antaranya:

1. Merokok

Merokok sebenarnya bukan hanya pantangan bagi penderita kanker serviks, tetapi juga pada seseorang yang tidak memiliki penyakit ini. Selain kanker serviks, merokok juga dikaitkan dengan berbagai jenis kanker.

Bahkan, jika Anda adalah seorang perokok pasif, paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. Jika Anda memerlukan bantuan untuk berhenti merokok, tanyakan pada dokter tentang strategi yang diperlukan untuk menghentikan kebiasaan ini.

2. Menjalani Gaya Hidup Tidak Sehat

Jika Anda mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah yang banyak, hal tersebut juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara, usus besar, paru-paru, ginjal, dan hati. Peningkatan risiko tergantung jumlah dan sudah berapa lama Anda meminumnya. Selain minuman beralkohol, konsumsi daging olahan dalam jumlah besar dapat sedikit meningkatkan risiko jenis kanker tertentu.

3. Jarang Melakukan Aktivitas Fisik

Mempertahankan berat badan yang sehat dapat menurunkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, prostat, paru-paru, usus besar, dan ginjal.

Selain membantu Anda mengontrol berat badan, rutin melakukan aktivitas fisik dapat menurunkan risiko kanker payudara dan kanker usus besar. Nah, itulah sejumlah pantangan bagi penderita kanker serviks yang penting untuk Anda perhatikan.

Tips Menjalani Perawatan Kanker Serviks

Rutin kunjungan ke dokter dan konsumsi obat-obat sudah cukup sulit untuk dihadapi setiap hari.

Anda mungkin sangat fokus untuk sembuh, sehingga hampir tidak punya waktu untuk memikirkan cara meringankan efek samping dari perawatan, seperti rambut rontok atau perubahan nafsu makan.

Berikut adalah beberapa hal penting yang juga harus diperhatikan selama menjalani perawatan, di antaranya:

Mengelola Nutrisi dan Berat Badan

Anda dan dokter akan memutuskan perawatan apa yang terbaik untuk dilakukan, apakah itu kemoterapi, radiasi, pembedahan, atau terapi tertarget.

Beberapa perawatan tersebut bisa memiliki efek samping, termasuk perubahan nafsu makan, indra perasa, mual, penurunan berat badan, atau penambahan berat badan.

Membuat pilihan makanan yang baik selama perawatan dapat membantu Anda merasa lebih baik, menoleransi efek samping, menurunkan kemungkinan infeksi, dan bahkan membuat kondisi lebih cepat pulih.

Makanan nabati adalah sumber vitamin dan mineral yang baik. Anda harus mencoba makan setidaknya 2,5 cangkir buah dan sayuran berwarna setiap hari.

Cobalah makanan baru, seperti kacang-kacangan, dan seminimal mungkin mengonsumsi makanan tinggi lemak dari hewan.

Usahakan untuk selalu menyiapkan camilan kaya protein seperti yoghurt, telur, keju, atau crackers. Jika Anda memiliki efek samping seperti sakit tenggorokan atau diare, hindari camilan yang asam.

Olahraga

Program perawatan kanker serviks yang Anda jalankan mungkin membuat Anda merasa sangat lelah, sehingga olahraga adalah aktivitas yang mungkin tampak mustahil.

Akan tetapi, meski Anda melakukannya dalam kategori ringan, hal tersebut dapat memberikan manfaat. Olahraga dapat membantu Anda tetap kuat, meningkatkan nafsu makan dan energi, serta membantu mengurangi stres atau depresi.

Konsultasi dengan dokter tentang olahraga apa yang masuk aman untuk kondisi Anda. Setelah itu, perhatikan bagaimana perasaan Anda saat melakukannya.

Perawatan Diri

Beberapa obat dapat mengubah penampilan dan itu dapat memengaruhi perasaan Anda tentang diri sendiri. Terdapat banyak cara untuk mengatasi efek samping ini, terutama agar Anda bisa merasa lebih percaya diri.

Kulit Anda mungkin juga berubah selama perawatan, bisa menjadi lebih kering, sensitif, atau mungkin berwarna kekuningan. Menggunakan produk ringan, bebas pewangi, dan pelembap hypoallergenic dapat membantu.

Kemoterapi dan radiasi dapat membuat Anda lebih mudah terbakar sinar matahari, jadi pastikan untuk melindungi kulit dengan tabir surya (setidaknya SPF 30 dengan spektrum luas) dan topi setiap kali pergi ke luar ruangan.

Mengatasi Efek Samping Seksual

Jika Anda menjalani kemoterapi untuk kanker serviks, penurunan libido atau kekeringan pada vagina selama dan setelah perawatan bisa terjadi. Kemoterapi menyebabkan ovarium berhenti memproduksi estrogen.

Terapi radiasi di daerah panggul juga dapat merusak indung telur dan menyebabkan perubahan pada lapisan vagina. Konsultasikan dengan dokter tentang perawatan dan strategi khusus untuk mencegah efek samping jangka panjang.

Akan tetapi, menemukan cara-cara kecil untuk menjaga semangat dapat membuat perbedaan besar. Buatlah jurnal rasa syukur untuk fokus pada hal-hal yang meningkatkan kualitas hidup.

Kelilingi diri dengan keluarga dan teman yang selalu memberikan dukungan. Meski begitu, Anda juga tetap harus memberi diri Anda ruang untuk merasakan dan mengekspresikannya emosi negatif. Semoga informasi ini bermanfaat!

Sumber: doktersehat.com

 

Sehatmania.com merupakan situs berita yang mengulas tentang berita kesehatan, kecantikan, olahraga, gaya hidup di Indonesia.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *